Translate This Blog

Monday, April 02, 2018

Kenapa Harus Pergi Ke Gereja

Kadang saya bertanya kenapa orang Kristen harus pergi ke gereja. Jika kita tanya ini kepada pendeta, kita akan menemukan banyak jawaban terhadap hal tersebut. Dan intinya selalu untuk memuliakan Tuhan dan yang paling egois adalah untuk mendapat berkat, seakan-akan kalau kita tidak ke gereja kita tidak dapat berkat dari Tuhan (capek deh....). Malahan ada pandangan lebih jauh lagi, kalau orang Kristen tidak ke gereja itu artinya orang Kristen itu bukan orang Kristen yang baik.

Tapi secara pribadi, saya selalu berpikir bukan hanya untuk memuliakan Tuhan saja kita ke gereja, karena kalau itu saja, pernyataan itu sepertinya Tuhan membutuhkan manusia untuk memuliakan Dia, sedangkan kita hanya ciptaannya saja, apakah kita bisa membuat dampak sejauh itu kepada pencipta kita. Lebih-lebih kalau bicara berkat, saya rasa Tuhan tidak sejahat itu dan kayaknya Tuhan itu royal, buktinya orang yang tidak ke gereja aja bisa kaya raya dan dapat menikmati bumi ini. Dan untuk baik atau tidak, kita bisa lihat buahnya dalam kehidupan orang Kristen itu sehari-hari.

Mungkin pencerahan yang saya dapat dibawah ini dapat membuat menyadari kenapa kita harus ke gereja.

1. Untuk Berkumpul Bersama 

Melalui firman-Nya kita diingatkan untuk selalu datang dalam pertemuan-pertemuan ibadah, dengan tujuan supaya kita dapat saling mengasihi dan menasihati. Karena seperti kita tahu sering dalam hidup, kita perlu mendapat masukan-masukan dari orang-orang di sekeliling kita dalam hal menghadapi dinamika hidup di bumi ini. Dan dimana lagi tempat yang terbaik kita bisa mendapat nasihat yang berlandaskan kasih dari orang lain tanpa ada "udang di balik bakwan", selain di Gereja.


2. Untuk Mendengarkan Kotbah Tentang Firman Tuhan 

Kotbah yang disampaikan Pendeta dalam ibadah sangatlah membantu kita untuk memahami Firman-Nya yang terkandung dalam Alkitab. Kita yang rajin baca Alkitab akan menyadari bahwa kita memiliki keterbatasan memahami isi Firman Tuhan dalam Alkitab, sehingga mendengar kotbah di Gereja, sangat membantu kita mengerti lebih dalam lagi tentang Firman yang kita baca dalam Alkitab dan menjaga kita tidak liar dalam menafsirkan Firman tersebut.


3. Untuk Menguatkan Iman Kita

Iman merupakan sesuatu yang paling penting dalam hidup orang Kristen, karena dalam Roma 5:1 tertulis Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus”. Dan melalui ke Gereja kita akan lebih dikuatkan Iman kita karena kita akan mendengarkan kotbah Pendeta yang membawa Firman Tuhan dan kesaksian-kesaksian yang hidup, yang disampaikan dengan bimbingan Roh Kudus.


4. Bagus Untuk Keluarga Kita

Kepada yang sudah berkeluarga, pergi ke gereja bersama dengan anak-anak merupakan sesuatu yang vital. Karena kita membawa mereka untuk mengenal Tuhan sejak dini dan untuk memperoleh pengajaran tentang  moral serta nilai-nilai yang benar, yang dapat membantu mereka dalam menjalankan kehidupan mereka. Anak-anak juga bisa mendapatkan komunitas yang baik untuk tempat mereka bergaul. Dan melalui ke gereja bersama-sama dengan keluarga akan sangat membantu kita sebagai keluarga untuk menghadapi dan menemukan solusi dalam melewati ancaman-ancaman yang dapat menghancurkan sebuah keluarga.


5. Untuk Memuji Tuhan Dengan Nyanyian

Dalam dunia penelitian menemukan bahwa bernyanyi mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup serta mempererat ikatan sosial.

Dan sebuah studi oleh sekelompok ilmuwan dari Inggris dan Australia (Clift et al., 2007) menunjukkan bagaimana nyanyi paduan suara berdampak positif terhadap kualitas hidup, kesejahteraan, dan kesehatan. Riset yang melibatkan lebih dari 600 penyanyi paduan suara dari seantero Inggris tersebut memberikan akun empiris bagaimana mereka yang kesehatan psikologisnya relatif rendah memperoleh manfaat dari menyanyi paduan suara. Secara spesifik, empat kelompok berikut memperoleh manfaat paling besar dari nyanyi paduan suara:
  1. Mereka yang memiliki masalah kesehatan mental berkepanjangan
  2. Mereka yang memiliki masalah signifikan dalam hubungan/keluarga
  3. Mereka yang memiliki masalah kesehatan fisik
  4. Mereka yang sedang berduka karena kematian seseorang
Lebih jauh, penelitian ini juga menjelaskan bagaimana persisnya manfaat ini bekerja pada penyanyi. Para ilmuwan dari Universitas Canterbury Christ Church, Kolese Musik Royal Northern dan Universitas Griffith ini mengungkap enam “mekanisme membangun” dalam proses nyanyi paduan suara, yaitu:
  • efek positif
  • perhatian yang terfokus
  • pernapasan mendalam
  • dukungan sosial
  • rangsangan kognitif
  • komitmen teratur
Paduan Suara adalah sajian musik vokal oleh beberapa orang dengan memadukan berbagai jenis suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat mengungkapkan jiwa lagu yang dinyanyikan dan hal itu dapat kita lakukan kalau kita ke Gereja.


6. Untuk Berdoa Bersama

Beberapa manfaat dari doa bersama adalah:

  1. Dengan berdoa bersama, kita dapat menaikkan lebih banyak doa secara kolektif. Setiap kita memiliki cara yang unik untuk berdoa, dan berdoa bersama-sama akan membawa suara yang baru akan kebutuhan yang didoakan itu.
  2. Berdoa bersama-sama memberi saya rasa memiliki yang mendalam. Ketika saya menjadi bagian dari sebuah kelompok, saya merasa menjadi bagian yang penting dari sebuah tujuan yang lebih besar.
  3. Berdoa bersama-sama meningkatkan suasana hati saya. Ketika saya pulang dari sebuah persekutuan doa, saya merasa sangat terhibur karena dalam persekutuan itu saya tidak hanya memperhatikan orang lain, tetapi juga merasakan kasih serta kepedulian dari mereka.
  4. Berdoa bersama-sama membuka hati saya terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar saya dan mengingatkan saya bahwa kadang-kadang saya bisa menjadi jawaban bagi doa seseorang.


7. Untuk Berguna Bagi Orang Lain

Gereja merupakan sebuah wadah terbaik bagi orang Kristen untuk ber-Fellowship. Dalam Bahasa Indonesia, kata yang digunakan untuk menyatakan Fellowship adalah Persekutuan. Kata fellowship sebenarnya adalah frasa yang terbentuk dari dua kata dasar Fellow yang berarti teman dan kata Ship yang berarti Kapal atau wadah. Perpaduan dari dua kata dasar inilah yang membentuk kata Fellowship mempunyai makna : wadah dari orang-orang yang saling berteman.
Ketika berteman kita dapat berguna bagi orang lain. Kita dapat saling menguatkan dan saling bahu membahu mencari solusi yang sedang dihadapi teman kita. Ataupun bersama-sama kita dapat menjadi sebuah kekuatan yang baik untuk menolong kelompok yang lebih besar, mengasihi sesama, sebagaimana ajaran dalam Alkitab.


8. Untuk Mengikuti Jejak Yesus

Kata Kristen sendiri memiliki arti "pengikut Kristus atau "pengikut Yesus". Murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen ketika mereka berkumpul di Antiokia (Kisah Para Rasul 11: 26b). Sebagai pengikut Yesus, kita harus belajar mengikuti kebiasaan yang dilakukan Yesus. Dalam Alkitab jelas dapat kita baca bahwa Yesus rajin pergi ke tempat ibadah, sehingga sangat janggal kalau orang kristen jarang atau tidak pernah ke gereja.

Dari sini saya mengambil sebuah kesimpulan pribadi bahwa  kebutuhan untuk pergi ke Gereja lebih kepada kebutuhan kita sebagai manusia yang merupakan ciptaan Tuhan. Tuhan telah menciptakan kita dengan sempurnanya. Dan ke Gereja merupakan sebuah wadah untuk memulihkan, menyegarkan dan meluruskan kita sebagai sebuah ciptaan-Nya, sebagaimana tertulis dalam Matius 11.28 : "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu".

Narasumber :
- Alkitab
- https://youtu.be/mLNdksSFtyE
- https://sanguinischoraliensis.wordpress.com/2013/06/16/mengapa-semua-orang-seharusnya-berpaduan-suara-kata-ilmuwan/
- http://doa.sabda.org/kekuatan_dalam_doa_bersamasama
- http://torehanpenaku.blogspot.co.id/2008/04/bersekutu-dalam-kerangka-yang-benar.html

Tips Latihan Mata Untuk Meningkatkan Penglihatan


Mata merupakan sesuatu yang penting buat hidup kita, karena sebagai salah satu panca indra kita, melalui mata kita bisa lihat keindahan dunia dalam beraneka ragam warna dan bentuk. Sehinggan perlu sekali kita mengetahui bagaimana menjaga mata kita dengan benar. Dan salah satunya adalah dengan melakukan latihan-latihan tertentu kepada mata supaya mata terjaga dengan baiknya.

Latihan mata membuat otot mata kita lebih fleksibel, dan membawa energi dan aliran darah ke mata untuk mempertahankan tatapan yang optimal. Kita dapat memulai latihan mata dengan latihan sederhana yaitu :
  • Berkonsentrasi pada sebuah objek yang jauh untuk sementara waktu. Cara terbaik untuk melakukan ini tanpa melelahkan mata kita adalah dengan melihat bulan dan fokus padanya selama tiga sampai lima menit setiap hari.
  • Gerakkan kelopak mata dengan berkedip mata Anda 20 sampai 30 kali dengan cepat dan berulang-ulang, tanpa meremas mata tertutup kita. Akhirnya, tutup mata kita dan biarkan mata kita beristirahat.
  • Memutar mata kita ke arah jarum jam selama beberapa detik, dan kemudian putar berlawanan arah jarum jam. Ulangi empat atau lima kali dalam sehari.
  • Memegang pensil, dan letakkan di depan kita dan biarkan mata kita fokus pada pensil. Secara perlahan-lahan dekatkan pensil ke hidung kita dengan mata tetap fokus pada pensil, lalu jauhkan kembali pensil. Ulangi hal ini sampai 10 kali dalam sehari.
Daftar Pustaka : 
http://doktersehat.com/tips-meningkatkan-penglihatan-dengan-latihan-mata/

Tuesday, November 03, 2015

Pedoman Hidup Dalam Kebenaran


Secara etimologi teologi, kebenaran memilki kata dasar benar. Kamus bahasa Indonesia memberikan beberapa pengertian dari kebenaran: “keadaan (hal, dsb) yang cocok dengan fakta atau hal yang sebenarnya, sesuatu yang sungguh-sungguh (benar-benar ada, suara hati, kejujuran, izin, persetujuan, perkenan, dan sebetulnya).

Kebenaran menurut bahasa Ibrani adalah tsadaq, sedangkan dalam bahasa Yunani adalah dikaioo, yang berarti mengumumkan suatu keputusan yang menyenangkan, atau menyatakan benar. Konsep ini tidak berarti menjadikan benar tetapi menyatakan kebenaran. Perihal menyatakan kebenaran merupakan konsep dalam persidangan, sehingga membenarkan berarti membubuhkan keputusan yang benar.

Kebenaran dalam bahasa Inggris memakai kata true, yang berarti benar, betul, sejati, sebenarnya, pas / menjadi, kenyataan, mematuhi, impiannya terkabul, setia, tulus, yang sesuai dengan kenyataan. Dan dalam kamus Indonesia-Inggris, Inggris-Indonesia, kata true diterjemahkan sungguh, nyata, betul, memberikan tempat yang tepat, dan mencocokkan hingga tepat sekali.

Dalam kehidupan tidak lah cukup menjadi orang baik karena orang baik belum tentu benar, tapi orang benar pastilah baik.

Dan kehidupan dalam kebenaran akan lebih mudah dan penuh sukacita.

Untuk menunju hidup dalam kebenaran kita perlu pedoman atau doktrin, yaitu sebagai berikut :

Untuk laki-laki yang tua :
  1. Hidupnya haruslah sederhana
  2. Hidupnya haruslah terhormat
  3. Hidupnya haruslah bijaksana
  4. Hidupnya haruslah sehat dalam iman
  5. Hidupnya haruslah dalam kasih
  6. Hidupnya haruslah dalam ketekunan
Untuk wanita (older women) :
  1. Hidupnya haruslah sebagai orang-orang beribadah
  2. Hidupnya haruslah janganlah memfirnah
  3. Hidupnya haruslah jangan menjadi hamba anggur
  4. Hidupnya haruslah cakap mengajarkan hal-hal yang baik.
Untuk kaum muda :
  1. Hidupnya haruslah menguasai diri dalam segala hal
  2. Hidupnya haruslah menjadi teladan dalam berbuat baik
  3. Hdupnya haruslah jujur
  4. Hidupnya haruslah sehat
  5. Hidupnya haruslah tidak tercela


Daftar Psutaka :
https://www.facebook.com/notes/alkitab-kegemaranku/kebenaran-yang-memerdekakan/119783055967

Ciri-Ciri Manusia Akhir Zaman



A. Perilaku Moral Mereka 
  1. Mereka Akan Mencintai Dirinya Sendiri Dan Menjadi Hamba Uang.
  2. Mereka Akan Membual Dan Menyombongkan Diri.
  3. Mereka Akan Menjadi Pemfitnah,
  4. Mereka Akan Berontak Terhadap Orang Tua Dan Tidak Tahu Berterima Kasih,
  5. Mereka Tidak Mempedulikan Agama.
  6. Mereka Tidak Tahu Mengasihi,
  7. Mereka Tidak Mau Berdamai.
  8. Mereka Suka Menjelekkan Orang.
  9. Mereka Tidak Dapat Mengekang Diri.
  10. Mereka Garang.
  11. Mereka Tidak Suka Yang Baik.
  12. Mereka Suka Mengkhianat.
  13. Mereka Tidak Berpikir Panjang.Berlagak Tahu.
  14. Mereka Lebih Menuruti Hawa Nafsu Dari Pada Menuruti Allah. 
 B. Wawasan Keagamaan Mereka
  1. Lahiriah Mereka Menjalankan Ibadah Mereka, Tetapi Pada Hakekatnya Mereka Memungkiri Kekuatannya 
C. Kekeranjingan Mereka Akan Pengikut
  1. Di Antara Mereka Terdapat Orang-Orang Yang Menyelundup Ke Rumah Orang Lain Dan Menjerat Perempuan-Perempuan Lemah Yang Sarat Dengan Dosa Dan Dikuasai Oleh Berbagai-Bagai Nafsu.
  2. Mereka Walaupun Selalu Ingin Diajar, Namun Tidak Pernah Dapat Mengenal Kebenaran.
  3. Akal Mereka Bobrok Dan Iman Mereka Tidak Tahan Uji.
  4. Mereka Tidak Akan Lebih Maju, Kebodohan Mereka Pun Akan Nyata Bagi Semua Orang.

Daftar Pustaka :
- http://www.sarapanpagi.org/keadaan-manusia-pada-akhir-zaman-2-timotius-3-1-9-vt1938.html

Monday, February 23, 2015

Kebahagian Sejati

Filsuf Yunani Aristoteles mengatakan, "Kebahagiaan adalah makna dan tujuan hidup, tujuan dan akhir eksistensi manusia."
Biasanya logika yang berlaku dikalangan masyarakat umum, untuk mencapai kebahagian kita harus selalu bekerja keras siang malam dengan melakukan pengorbanan menurut kita sepadan dengan kebahagian tersebut.
Selama ini menurut berbagai buku-buku akademis standar kebahagian ada berbagai macam faktor. Tapi secara umum menurut kitab Mazmur 144:12-15 standar tersebut kebahagian terdiri dari 3 faktor :
1. Berkat Keluarga
2. Berkat Ekonomi (kecukupan)
3. Berkat Keamanan (pemeliharaan)
Lalu dengan berkat yang dimiliki di 3 faktor tersebut kita sering gunakan sebagai alat ukur untuk menyatakan apakah kita hidup bahagia atau tidak.
Tapi ternyata kebahagian tidaklah hanya berdasarkan berkat aja, karena sebagaimana ditulis Raja Salomo dalam kitab Pengkhotbah 2:4-11, kebahagian berdasarkan hal tersebut adalah kebahagian yang sia-sia dan sama seperti dengan usaha menjaring angin.
Lalu mana konsep kebahagian yang tidak hampa ???
Yohanes melalui kitab Wahyu 1:3 menyampaikan konsep kebahagian yang BENAR, yaitu :
1. Berbahagialah yang membaca Firman Tuhan
2. Berbahagialah yang mendengar Firman Tuhan
3. Berbahagialah yang menuruti Firman Tuhan.
Konsep kebahagian ini memiliki tanda-tanda yaitu orang yang selalu lapar dan haus akan hal-hal yang berasal dari Tuhan, yang biarpun telah dipuaskan tapi tetap lapar dan haus serta selalu mencari-cari terus kebenaran dari-Nya.
Sehingga akhirnya orang itu mengenal Tuhan dan Tuhan mengenal orang itu.
Jadi kebahagian sejati adalah orang yang dapat mengenal Tuhan Yesus secara pribadi dan berjalan dengan-Nya.
Daftar Pustaka :
- https://www.bible.com
- http://m.christianpost.com/news/happiness-defined--46921/
- http://www.gki-samanhudi.or.id/artikel/berbahagia-menurut-konsep-firman-tuhan/

Sunday, January 04, 2015

STILL /Be Still My Soul By Don Moen


TENANG

Lingkupiku Dengan Sayap-Mu
Naungiku Dengan Kuasa-Mu

Reff :
Disaat Badai Bergelora
Ku Akan Terbang Bersama-Mu
Bapa Kau Raja Atas S'mesta
Ku Tenang Sebab Kau Allahku

Jiwaku Tenang Dalam Kristus
Hingga Kuasa-Nya Dalam Keheningan


Oktober 2008 bersama dengan dr. Steven Hanson MD
(Region 7 Field Officer) dari The Gideons International


Daftar Pustaka :
- https://www.youtube.com/watch?v=i_mlMWctF74
- http://youtu.be/twj4HBdyS78
- http://methodist2plg.blogspot.com/2008/10/gideons-bagi-alkitab.html

Tuesday, January 14, 2014

Mengapa Kita Berdoa


Kamus Besar Bahasa Indonesia menyampaikan arti Doa adalah n permohonan (harapan, permintaan, pujian) kpd Tuhan; sedangkan Komunikasi /ko·mu·ni·ka·si/ adalah n 1. pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; 2. perhubungan;

Allah telah memanggil kita ke dalam suatu hubungan dengan diri-Nya. Hubungan yang membutuhkan komunikasi. Doa adalah komunikasi antara Allah yang kudus dan Anda dan saya. Melalui Firman Tuhan kita diajarkan arti dan peranan doa .

Allah Memerintahkan Kita Untuk Berdoa


"Maka kamu akan minta tolong kepada-Ku. Kamu akan datang untuk berdoa kepada-Ku, dan Aku akan menjawab doamu. Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku, sebab kamu mencari dengan sepenuh hati." (Yeremia 29:12,13 BIMK)

Tuhan ingin punya hubungan dengan kita. Dan Dia tahu kita membutuhkan apa yang bisa Dia berikan. Melalui doa, kita mengalami transformasi kehidupan, memperbaharui keintiman dengan Pencipta Alam Semesta .

Allah Menyatakan Diri-Nya Kepada Kita Melalui Doa

"Ajarilah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku. Engkau baik hati, dan akan membimbing aku di jalan yang rata." (Mazmur 143:10 BIMK)

Kita belajar lebih banyak tentang karakter-Nya dan bagaimana kehendak-Nya yang sempurna bekerja sendiri dalam kehidupan kita. Memperdalam pemahaman kita tentang Tuhan juga memperdalam iman dan keinginan kita untuk menyembah Dia.

Allah Mengundang Kita Untuk Membawa Beban Dan Kebutuhan Kita Kepada-Nya Dalam Doa

"Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu." (Matius 11:28 BIMK)

Kita memiliki Bapa Surgawi yang lebih dari mampu membawa kemenangan untuk setiap tantangan yang kita hadapi. Allah adalah penyembuh spiritual dan fisik. Seperti hubungan yang sehat, kita harus menjaga garis komunikasi terbuka.

Tuhan Menjawab Doa Umat-Nya

"Doa orang yang menuruti kemauan Allah, mempunyai kuasa yang besar." (Yakobus 5:16b BMIK)

Melalui doa, pekerjaan-Nya dilakukan di bumi. Rasul Paulus terus meminta doa dalam upaya misinya dan melihat doa sebagai hal yang penting untuk keberhasilannya.

Allah Impartasi Kebijaksanaan Dan Pemahaman Melalui Doa

"Kalau ada seorang di antaramu yang kurang bijaksana, hendaklah ia memintanya dari Allah, maka Allah akan memberikan kebijaksanaan kepadanya; sebab kepada setiap orang, Allah memberi dengan murah hati dan dengan perasaan belas kasihan." (Yakobus 1:5 BIMK)

Ketika kita menjadi semakin sadar akan keterbatasan kita, kita dapat beristirahat dalam pengetahuan bahwa Allah kita adalah Allah mahatahu. Pemahaman kita akan nasihat Allah adalah berkat doa .

Allah Memperlihatkan Otoritas Dan Kemampuan Untuk Melakukan Hal Yang Mustahil Melalui Doa Umat-Nya

"Apa saja yang kalian minta dalam doamu, kalian akan menerimanya, asal kalian percaya.” (Matius 21:22 BIMK)

Hati kita berdetak dengan keyakinan besar ketika kita mengambil tugas besar untuk Tuhan kita sang perkasa.

Allah Meluas Kuasa-Nya Kepada Kita Melalui Doa Agar Kita Dapat Menolak Godaan


"Berjaga-jagalah, dan berdoalah supaya kalian jangan mengalami cobaan. Memang rohmu mau melakukan yang benar tetapi kalian tidak sanggup, karena tabiat manusia itu lemah.” (Matius 26:41 BIMK)

Dengan doa, Anda selalu memiliki perisai perlindungan yang tersedia. Tinggal katakan saja.


Daftar Pustaka :
- Kamus Besar Bahasa Indonesia.
- http://www.wycliffe.org/pray/whywepray.aspx
- https://www.bible.com

Tuesday, June 18, 2013

Pernyataan Haria

Bersama ini kami dari Pulau Hunimua dan Nusa Laut memberi pertanggung jawaban menurut kebenaran. Segala sesuatu terjadi karena Kapitan Thomas Matulessi yang kami muliakan dan raja-raja patih dan rakyatnya sudah terlampau menderita akibat kekejaman Belanda, akibat kekejaman pemerintah Belanda, sebagai terbukti dibawah ini: Pemerintah Belanda bermaksud hendak memisahkan semua laki-laki dari anak istrinya dengan cara paksa dan mengirim mereka ke Batavia. Yang menolak perintah itu akan dirantai. 

Kami rakyat tidak mempergunakan uang kertas dalam hidup sehari-hari, jika kami menolak untuk menerimannya dari gubernemen kami dihukum keras. Lagi pula jika kami hendak membayar dengan uang kertas itu, pemerintah tidak mau menerimanya; kami harus membayar dengan uang perak. 

Kami banyak melakukan pekerjaan berat untuk gubernemen akan tetapi tidak menerima upah untuk hidup. Pemerintah Belanda memerintahkan kami menyerahkan ikan, garam tanpa bayaran, tapi tidak membebaskan kami dari pekerjaan rodi lainnya, agar kami bisa melakukan pekerjaan tersebut. 

Hal-hal tersebut diatas dinyatakan dengan benar. Jika pemerintah Belanda tidak memerintah kami sebagaiman mestinya, maka kami akan memerangi mereka untuk selama-lamanya. Juga kami kepala-kepala negeri serta rakyat, tidak memilih Kapitan Pattimura tersebut diatas jadi pemimpin kami, akan tetapi ia ditunjuk oleh Yang Maha Tinggi. 

Saparua, 19 Mei 1817 

NB : Pernyataan Haria yang disiarkan kepada rakyat diseluruh pelosok negeri melalui utusan-utusan merupakan sebuah pernyataan yang menunjukkan bahwa tekad orang Maluku adalah satu untuk berperang menentang penindasan dan menegakkan keadilan. Pernyataan ini ditandatangani oleh raja-raja patih dari seluruh pelosok tanah Lease yang merupakan hasil musyawarah besar dengan Kapitan Pattimura di sebuah baleo di Haria. 

Daftar Pustaka:
Alwi, Des (2005). Sejarah Maluku Banda Naira, Ternate, Tidore dan Ambon. Jakarta: Dian Rakyat.

Monday, June 17, 2013

Kapitan Pattimura


Foto ini diperoleh dari Museum Angkatan Laut di Prince Hendrik Kade, Rotterdam, Belanda, hasil lukisan komandan marinir Belanda, Q.M.R.Verhuell, yang menumpas pemberontakan Thomas Matulessi pada 1871. Verhuell melukis Thomas saat membuat berita acara pemeriksaan Thomas.
 

Thomas Matulessi lahir ditengah-tengah penderitaan rakyat Maluku yang ditindas oleh VOC, yaitu pada tanggal 8 Juni 1783 di Saparua dari seorang ayah yang bernama Frans Matulessi dan ibu bernama Fransina Silahoi.

Het Fort Duurstede - Saparua
Pada usia 13 tahun Thomas Matulessi menyaksikan bendera Belanda dalam benteng Duurstede diturunkan dan diganti dengan bendera Inggris. Peristiwa itu sangat membekas di hati Thomas muda, karena pandangan bahwa “Belanda tidak bisa kalah” luntur pada hari itu.

Tapi kekuasaan Inggris di tanah Maluku tidak bertahan lama, tahun 1803 Napoleon tertangkap dan Inggris harus mengembalikan Ambon, Haruku, Saparua, Banda dan kepulauan Maluku lainnya kepada Belanda sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh Inggris dan Belanda. Thomas Matulessi ketika itu sudah berumur 20 tahun.

Dengan kembalinya Belanda berkuasa di Maluku maka kembali lagi sistim pas jalan yang dimana rakyat tidak boleh berpergian semaunya dan perdagangan bebas dilarang,

Pada era itu Gubernur Jenderal Daendels memberi perintah supaya gubernur dan komandan militer untuk mengumpulkan pemuda untuk dikirim sebagai serdadu ke pulau Jawa dan kalau perlu dengan paksa. Banyak pemuda Maluku yang menolak hal itu karena mereka tidak mau meninggalkan keluarga dan tanah kelahiran mereka, Thomas Matulessi muda juga bersikap yang sama, mereka bersembunyi di hutan-hutan menghindar dari kejaran serdadu-serdadu Belanda.

Tahun 1808 di pantai kota Ambon tentara Inggris menghancurkan tentara Belanda, dan benteng Nieuw Victoria direbut. Ketika Gubernur Heukelvlugt tandatangan surat penyerahan di atas kapal Inggris meriampun dibunyikan, menyusul bunyi tembakan dari benteng Duurstede dan bendera Inggris dinaikkan.

Peta Fort Niuw Victoria - Ambonia
Dalam rangka memperkuat tentara dan mendekatkan diri dengan masyarakat lokal. Pemerintah Inggris membentuk corps batalyon yang disebut “Korp Batalyon 500” yang terdiri dari pemuda-pemuda Maluku yang hanya bertugas di Maluku. Hal tersebut disambut dengan semangat oleh sejumlah pemuda Maluku dengan antre di dalam benteng Victoria untuk mendaftar. Dan Thomas Matulessi termasuk dalam antrean tersebut. Mereka dilatih menembak, perang-perangan dan kegiatan militer lainnya. Thomas yang paling terampil dan cekatan sudah memperoleh tanda pangkat dalam latihan tersebut. Thomas sudah tidak lagi bersama dengan teman-temannya tapi sudah memimpin regu dan di pakaian seragamnya tampak tanda pangkat sersan mayor, pada zaman itu menjadi kepala staf batalyon.

Karir Thomas Matulessi di tentara Inggris tidak berlangsung lama karena di sebuah ruangan gedung parlemen di London jauh disana tampak utusan-utusan Belanda dan Inggris sedang menandatangani dokumen-dokumen penyerahan Maluku dari Inggris ke Belanda.

Dalam traktat London tersebut salah satunya mencantum bahwa Korp Batalyon 500 yang didirikan oleh Inggris tidak diserahkan kepada Belanda dan harus dibubarkan, karena Belanda tidak mau membayar ongkos ganti rugi pembentukan korp tersebut sebesar 50.000 poundsterling.

Fort Nieuw Victoria - Ambonia
Dalam pidato pembubaran Korp Batalyon 500 oleh Residen Martin mewakili pemerintah Inggris di depan benteng Victoria, disampaikan bahwa atas jasa pemuda-pemuda Maluku yang telah menjadi prajurit yang baik selama kedinasan maka pemerintah Inggris memberikan tanda penghargaan surat bebas, sebuah surat yang menyatakan kedudukan mereka adalah kedudukan borgor yang dimana mereka bebas dari berbagai jenis kerja paksa dan kerja kwarto lalu tidak tunduk pada raja atau patih serta tidak boleh dihukum oleh kepala negeri. Lalu Thomas Matulessi bersama kawan-kawan sekampungnya pulang ke Saparua

Begitu Residen Van Den Berg mewakili pemerintah Belanda menjadi Residen Saparua, perdagangan bebas dilarang, kerja rodi dijalankan lagi, transaksi perdagangan dilakukan dengan uang kertas dan kedudukan borgor bagi para mantan Korp Batalyon 500 tidak dianggap.

Akibat kebijasanaan tersebut rakyat resah dan benci dengan Belanda, khususnya para mantan Korp Batalyon 500.

Puncaknya ketika Gubernur Maluku Middelkoop menyuruh sekretarisnya mengeluarkan pengumuman di Ambonia yang berisikan bahwa : “Dalam jangka waktu tiga bulan semua bekas prajurit Inggris, penganggur dan orang asing tanpa pekerjaan atau tanpa surat keterangan dari kepala negeri harus mencari pekerjaan di kota Ambon atau masuk tentara Belanda atau pulang ke negeri masing-masing. Jika tidak mereka akan ditangkap dan diangkut ke Banda untuk dipekerjakan di kebun-kebun pala.”

Lalu pada 4 April 1817 siang di hutan Liang, Thomas Matulessi berbicara dengan kawan-kawannya mantan Korp Batalyon 500 untuk melakukan perlawanan kepada Belanda yang ditindaklanjuti dengan mengirim utusan kepada seluruh rakyat Maluku untuk mengadakan rencana pemberontakan.

Rencana tersebut disambut masyarakat dengan diadakan pertemuan di bukit Saniri negeri Tuhaha pada tanggal 14 Mei 1817, pertemuan itu merupakan musyawarah besar dari semua kapitan dari Saparua, Haruku, Nusalaut dan Seram yang dihadiri oleh :

  • Anthone Rhebok (Korp Batalyon 500) dari Saparua;
  • Philips Latumahina (Korp Batalyon 500) dari Paperu;
  • Said Perintah dari Siri-Sori Islam;
  • Lukas Arong Lisapaly dari Ihamahu;
  • Slomon Patiwael Tiouw;
  • Kapitan Hatipa Patty dari Haruku;
  • Kapitan Maleita dari Booi;
  • Hehanusa dari Titawaai;
  • Kakirusi dari Porta;
  • Kakerissa dari Rumahkaai;
  • Pariama dari Tihulale;
  • Kapitan Kakano Sahetappy dari Seram;
  • Kapitan Paulus Tiahahu dari Abubu yang didampingi oleh anak perempuannya Martha Tiahahu.



Ketika doa kepada Tuhan untuk membuka pertemuan yang dipimpin oleh kepala Adat berakhir, tampillah Thomas Matulessi mengusulkan untuk tindakan pertama-tama dari pemberontakan kepada Belanda adalah menyerang benteng Duurstede, semuanya diam. Kemudian Thomas melanjutkan pembicaraannya : “Sekarang kita harus memilih Pangulu Perang.”

Lalu Thomas membentangkan dadanya lalu menyuruh salah seorang untuk menikamnya. Mula-mula semua ragu-ragu, tapi kemudian seorang kapitan maju dan dengan sekuat tenaga menombak dadanya Thomas dengan tombak yang dibawa dia, tombak itu patah dua. Kemudian Thomas berkata : “Saya akan memimpin peperangan ini. Jika ada yang keberatan, silakan mengajukan nama pangulu lain.” Semua diam. Tiba-tiba Kapitan Paulus Tiahahu berteriak : "Pengulu perang, Thomas Matulessi....mari kita bersumpah akan patuh pada Thomas Matulessi, Kapitan Pattimura."



Het Fort Duurstede - Saparua
Prestasi pertempuran yang dipimpin oleh Kapitan Pattimura adalah dapat direbutnya benteng Duurstede tanggal 15 Mei 1817 dan membunuh Residen Van Den Berg serta semua tentara Belanda kecuali putra Residen saja yang bernama Jean Lubbert yang dibiarkan hidup dalam pertempuran yang berlangsung dalam beberapa jam saja, dalam tiga kali gelombang penyerangan, yang berakhir sebelum matahari terbit. Perebutan benteng tersebut merupakan satu-satunya benteng kekuasaan Belanda di Indonesia yang dapat diduduki melalui pertempuran oleh pasukan pribumi. Benteng lainnya yang dapat diduduki pasukan pribumi yaitu benteng Alamo di Meksiko pada abad ke-19; Dan Kapitan Pattimura juga berhasil menghancurkan ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Mayor Beetjes yang terdiri dari infanteri dan marinir, yang mendarat di pantai Waisisil tanggal 20 Mei 1817, yang berencana merebut kembali benteng Duurstede. Selain Mayor Beetjes, Letnan Verbruggen dengan kadet ‘t Moot, lebih dari 250 orang pasukan mati pada hari itu. Hanya satu orang saja yang berhasil berenang menunju orambai yang berada jauh ditengah laut. Setelah kemenangan itu bersama dengan raja-raja patih dari seluruh pelosok tanah Lease, Kapitan Pattimura membuat "Penyataan Haria".

Pemberontakan Kapitan Pattimura juga diikuti oleh pemberontakan rakyat Seit, Asilulu, Uring, Wakasisihu, dan Larike dibawah pimpinan Kapitan Ulupalu dari Seit dengan menyerang benteng Belanda di Larike. Dan pemberontakan di Hila yang menyebabkan Residen Burgraaf terbunuh.

Dalam penumpasan pemberontakan Kapitan Pattimura, pihak Belanda dibantu oleh putra mahkota Ternate, Pangeran Mohamad Zain (M.Zain) dengan membawa sekitar seribu orang Arafuru Ternate (Halmahera).

Kora Kora
Pangeran M.Zain sangat pro Belanda dan bahkan membela Belanda ketika Inggris mendarat di Ternate. Dia pun memakai nama Belanda yaitu Hendrik van Amsterdam. Komandan Marinir Belanda, Q.M.R. Verhuell menulis bahwa Pangeran M.Zain, yang kemudian menjadi Sultan Ternate, adalah peminum alkohol saat berada di ruang pribadi kapal perang Evertsen. Sedangkan dalam kritiknya terhadap Kapitan Pattimura, Verhuell menyatakan “Kok berani betul melawan Belanda yang mempunyai pasukan sangat kuat”. Perlu juga disebutkan disini bahwa pasukan Belanda di Saparua sangat kejam sehingga kampung-kampung Kristen yang pernah membantu Kapitan Pattimura dibakar dan warga tak berdosa dibunuh, Kekejaman pasukan Belanda meluas hingga ke Seram, Amahai, Rumah Kai dan daerah lainnya yang pernah dipengaruhi oleh Kapitan Pattimura. Keganasan pasukan Belanda yang membakar kampung-kampung Kristen dan membunuh warga tak berdosa itu diprotes oleh para pendeta Belanda yang berada di daerah-daerah tersebut. Kemudian para pendeta tersebut meninggalkan Ambon dan menyuarakan protesnya di Batavia sebelum pulang ke Belanda (dokumen tentang protes para pendeta Belanda ini tersimpan di Arsip Nasional-Jakarta).

Tapi akibat penghianatan oleh Raja Booi, Kapitan Pattimura dapat ditangkap oleh Belanda pada tanggal 11 November 1817 di hutan antara Booi dan Haria. Ia ditangkap beserta kawan-kawannya yang diantaranya adalah Kapitan Anthone Rhebok, Raja Said Perintah dan Letnan Philips Latumahina.

Peta Fort Niuw Victoria - Ambonia
Kapitan Pattimura beserta kawan-kawannya mengakhiri hidupnya di tiang gantungan di dalam benteng Victoria tanggal 16 Desember 1817, ketika akan dilaksanakan eksekusi itu pelabuhan Ambon kelihatan korakora Ternate dan Tidore - pasukan Alifuru dalam pakaian perang didaratkan untuk menjaga keamananan. Kematian mereka disaksikan oleh Buyskes dan para pembesar-pembesar sipil dan militer didampingi para anggota dewan. Setelah eksekusi dilaksanakan tubuh-tubuh mereka dimasukkan ke dalam keranjang besi dan dibuang ke Teluk Ambon tidak jauh dari pantai Batu Capeo.

Meskipun Pattimura sudah mati, tapi pemberontakan tetap berjalan terus. Pada 1829 pecah kembali pemberontakan dan juga di Seram terjadi beberapa pemberontakan dan selalu pemimpin pemberontakan tersebut digelari Kapitan Pattimura mengikuti jejak Pattimura yang dihukum mati itu. Nama Pattimura juga dipakai sebagai nama keluarga atau juga sebagai nama bayi laki-laki yang baru dilahirkan terutama di Seram Barat atau tempat terjadinya pemberontakan kecil melawan pemusnahan kebun-kebun cengkeh dan pala oleh Belanda yang di sebut hongi. Sejarah pemberontakan kecil-kecil ini tidak ditulis secara konkret tetapi hanya cerita dari mulut ke mulut sehingga ada yang berpendapat bahwa sosok Pattimura itu adalah beragama Islam. Itu karena cerita rakyat tadi itu, tetapi yang terjadi di Saparua itu adalah Kapitan Pattimura yang sebenarnya.


Daftar Pustaka :
- Alwi, Des (2005). Sejarah Maluku Banda Naira, Ternate, Tidore dan Ambon. Jakarta: Dian Rakyat.
- Nanulaita, I.O (1985). Kapitan Pattimura. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi Dan Dokumentasi Sejarah Nasional.

- http://home.iae.nl/users/arcengel/NedIndie/pattimuraengels.htm

Like For Free Alerts