Translate This Blog

Sunday, October 10, 2021

How to Talk to people




1. Talk through your heart
2. Talk with a story about people
3. Talk with passion
4. Talk to give
5. Talk to listen




Thursday, September 23, 2021

Falsafah Lari Ku


Setiap tindakan kita harus jelas maksud dan tujuanya supaya tindakan yang kita lakukan tidak menjadi beban bagi hidup kita. Ini penting sekali karena kalau tindakan yang kita lakukan hanya akan menjadi beban, maka hilang lah sukacita dalam hidup kita dan kalau sukacita itu hilang otomatis damai sejahtera itu juga hilang.

Maka ini lah falsafah lari ku :

1. Percaya
Saya harus punya percaya bahwa saya bisa dan mampu berlari pada pagi hari. Karena kalau saya tidak punya keyakinan itu, saya akan males bangun dari tempat tidur pada pagi hari.

2. Motivasi
Motivasi saya harus detail kepada sesuatu yang saya tidak suka, tidak boleh global, seperti "saya harus lari", hal itu sangatlah tidak jelas sebagai motivasi, jadi saya harus sebut "saya harus lari supaya buncitnya hilang".

3. Perkecil
Kalau saya sudah menetapkan jarak lari dan dalam proses melakukan itu saya merasa jarak itu jauh sekali, maka saya harus potong-potong jarak itu dalam pikiran supaya tubuh saya menyatakan mudah untuk menyelesaikannya.

4. Ambil
Kalau saya liat uang waktu berlari di jalan maka wajib berhenti dan diambil, biarpun itu hnya uang koin saja.

5. Saingan
Bagi saya saingan dalam rute lari merupakan booster untuk memacukan semangat untuk lari lebih baik lagi.

Wednesday, September 22, 2021

The Ministry by Ps. Charles R. Swindoll (Chuck)



The Foundation of ministry is CHARACTER, not a professional skill.
The Nature of ministry is SERVICE, not being served.
The Motive for ministry is LOVE, not money or power.
The Measure of ministry is SACRIFICE, not success.
The Authority of ministry is SUBMISSION, not pulling rank.
The Purpose of ministry is TO GLORIFY GOD, not to glorify ourselves.
The Tools of ministry are PRAYER AND SCRIPTURES, not the marketing handbook.
The Privilege of ministry is GROWTH, which may be in-depth rather than in numbers.
The Power of ministry is THE HOLY SPIRIT, not programs.
The Model for ministry is JESUS CHRIST, not a corporation or a man.

Monday, June 21, 2021

5 Keyakinan Penting untuk Hati yang Damai


Jika kita adalah seorang Kristen, Tuhan sendirilah yang bertanggungjawab atas hidup kita. Dia adalah penjaga kita. Dan Dia tidak pernah kehilangan kendali atas ciptaan-Nya selama sepersekian detikpun sejak permulaan jaman. Dia tidak kehilangan satupun ukuran dari kekuatan-Nya ataupun kekuasaan-Nya. Dia adalah Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Hadir, dan semua kasih-Nya saat ini sama seperti waktu awal manusia ada.

Walaupun kita tidak selalu memahami tujuan-Nya, memahami cara Tuhan selalu menuntun kita kepada pemahaman bahwa Tuhan akan bertindak dengan cara yang mendatangkan berkat kekal bagi anak-anak-Nya. Selama bertahun-tahun, Charles Frazier Stanley menemukan 5 (lima) keyakinan penting untuk memiliki hati yang penuh damai. Charles menantang kita untuk melihat secara jauh pada apa yang kita percayai tentang Tuhan. Kedamaian kita ditentukan oleh sejauh mana kebenaran-kebenaran ini tertanam dalam jiwa kita.

Keyakinan 1 : Tuhan Berdaulat Penuh.
Menyadari dan menerima kebenaran bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya itu penting untuk kedamaian batin kita. Hal ini berarti bahwa tidak ada sesuatupun yang terkait dengan kita yang terlewat dari pengawasan Tuhan dan kasih sayang-Nya. 
Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. (Kolose 1:17)

Keyakinan 2: Tuhan Adalah Penyedia Bagi Anda.
Dari lembar ke lembar, Alkitab mempunyai pesan yang jelas bahwa Tuhan adalah satu-satunya yang menyediakan semua yang kita butuhkan. Tidak ada kebutuhan kita yang terlalu besar, terlalu sulit, atau terlalu berat untuk Tuhan sediakan. 
Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatu pun yang baik. (Mazmur 34:10)

Keyakinan 3: Tuhan Menciptakan Anda Apa Adanya Dengan Suatu Tujuan.
Ada banyak hal dalam hidup kita yang tidak dapat kita kendalikan. Terima hal-hal tersebut sebagai bagian dari cara Tuhan menciptakan diri kita. Ras, budaya, bahasa, kebangsaan, gender, dan banyak atribut fisik lainnya adalah "pilihan" Tuhan. Tuhan juga memberi kita talenta, bakat, kecerdasan, kepribadian dan karunia rohani yang, secara keseluruhan, menjadikan kita pribadi yang unik di bumi ini untuk menyempurnakan rencana Tuhan atas diri kita. 
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. (Mzm. 139:13-16)

Keyakinan 4: Tuhan Mempunyai Sebuah Tempat Yang Khusus Untuk Anda.
Tuhan menciptakan kita untuk bersekutu dengan diri-Nya dan orang lain. Percayalah kepada-Nya untuk membantu kita mendapatkan rasa memliki yang kuat terhadap Tuhan dan untuk menyediakan kepada kita sebuah "keluarga" dari sesama orang percaya di mana kita dapat bergabung di dalamnya. Lalu, seiring kita bertumbuh di dalam Tuhan, jangkaulah orang lain. 
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. (1 Petrus 2:9)

Keyakinan 5: Tuhan Mempunyai Rencana Untuk Pemenuhan Anda.
Untuk kedamaian batin yang sejati, seseorang harus mengetahui dirinya berkompeten, sanggup, mampu, dan terampil dalam melakukan sesuatu. Ada perasaan damai yang luar biasa yang datang saat kita tahu bahwa kita mampu menampilkan kinerja yang baik atau melakukan pekerjaan yang baik.
sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. (Efesus 2:10)

Saat kita menerima kelima keyakinan penting ini sebagai inti dari keberadaan kita dan percaya bahwa Tuhan bekerja di dalam kita dan di atas kita, kedamaian batin akan benar-benar menjadi milik kita.


Daftar Pustaka :
  • Charles Frazier Stanley, Finding Peace (T. Nelson Publishers, 2003)

Sunday, January 17, 2021

Beda Pencobaan dan Ujian

Yakobus 1: 13-14: 
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.



Daftar Pustaka :

Saturday, January 02, 2021

Tujuan Berpuasa Dalam Alkitab



Kita sering membaca para tokoh-tokoh dalam Alkitab berpuasa, yaitu sebagai berikut:

Dalam kitab Perjanjian Lama :
  1. Puasa Musa, 40 hari 40 malam tidak makan roti dan tidak minum air (Keluaran 24:16 dan Keluaran 34:28);
  2. Puasa Daud, tidak makan dan semalaman berbaring di tanah (2 Samuel 12:16);
  3. Puasa Elia, 40 hari 40 malam berjalan kaki (1 Raja-Raja 19:8);
  4. Puasa Ester, 3 hari 3 malam tidak makan dan tidak minum (Ester 4:16);
  5. Puasa Ayub, 7 hari 7 malam tidak bersuara (Ayub 2:13);
  6. Puasa Daniel, 10 hari hanya makan sayur dan minum air putih (Daniel 1:12), doa dan puasa (Daniel 9:3), berkabung selama 21 hari (Daniel 10:2);
  7. Puasa Yunus, 3 hari 3 malam dalam perut ikan (Yunus 1:17);
  8. Puasa Niniwe, 40 hari 40 malam tidak makan, tidak minum dan tidak berbuat jahat (Yunus 3:7).

Dalam kitab Perjanjian Baru :
  1. Puasa Yesus, 40 hari 40 malam tidak makan (Matius 4:2);
  2. Puasa Yohanes Pembabtis, tidak makan dan tidak minum (Matius 11:18);
  3. Puasa Paulus, 3 hari 3 malam tidak makan, tidak minum dan tidak melihat (Kisah Para Rasul 9:9);
  4. Puasa Jemaat mula-mula, untuk menguatkan Paulus dan Barnabas dalam pelayanan (Kisah Para Rasul 13:2-3).

Puasa bukanlah tujuan akhir, tetapi sarana untuk memfokuskan pikiran dan tubuh kita untuk alasan rohani. Kapanpun kita berpuasa, lakukan itu karena alasan yang disebutkan atau dicontohkan dalam Alkitab. Berikut adalah sepuluh tujuan utama puasa yang disebutkan dalam Alkitab : 

1. Untuk Memperkuat Doa (Ezra 8:23)
Banyak kejadian di Perjanjian Lama menghubungkan puasa dengan doa, terutama doa syafaat. Puasa tidak dapat mengubah/memaksa Tuhan mendengar doa kita, tapi bisa mengubah doa kita kepada Tuhan. 

2. Untuk Mencari Bimbingan Tuhan (Hakim-Hakim 20:26)
Seperti halnya doa, puasa untuk mencari tuntunan Tuhan, tidak dilakukan untuk mengubah Tuhan tetapi untuk membuat kita lebih menerima bimbingan-Nya.

3. Untuk Mengungkapkan Kesedihan (1 Samuel 31:13)
Mengekspresikan kesedihan adalah salah satu alasan utama berpuasa. Pernahkah kita menyadari bahwa saat kita meneteskan air mata karena kesedihan, kita kehilangan keinginan untuk makan? Ketika kita berduka, keluarga dan teman-teman kita seringkali harus memohon kepada kita untuk makan karena respon tubuh yang tepat terhadap kesedihan adalah berpuasa. Sebuah contoh utama terjadi dalam 2 Samuel 1:12, di mana Daud dan orang-orangnya digambarkan sebagai “berkabung dan menangis dan berpuasa sampai malam” untuk teman-teman mereka, musuh mereka dan bangsanya.

4. Untuk Mencari Pembebasan atau Perlindungan (2 Tawarikh 20: 3 - 4)
Alasan umum lainnya untuk berpuasa dalam Perjanjian Lama adalah untuk mencari pembebasan dari musuh atau keadaan. Dalam Alkitab, puasa jenis ini umumnya dilakukan dengan orang percaya lainnya.

5. Untuk Mengungkapkan Pertobatan dan Kembali Kepada Tuhan (1 Samuel 7: 6)
Jenis puasa ini membantu kita untuk mengungkapkan kesedihan atas dosa-dosa kita dan menunjukkan keseriusan kita untuk kembali ke jalan ketaatan yang saleh.

6. Untuk Merendahkan Diri di Hadapan Tuhan (1 Raja-raja 21:27 - 29)
“Ingatlah bahwa puasa itu sendiri bukanlah kerendahan hati di hadapan Tuhan,” kata Donald Whitney, “tetapi harus menjadi ekspresi kerendahan hati.” ³

7. Untuk Mengungkapkan Kepedulian Terhadap Pekerjaan Tuhan (Nehemia 1: 3 - 4)
Seperti halnya Nehemia, puasa bisa menjadi tanda nyata perhatian kita atas pekerjaan tertentu yang sedang Tuhan lakukan.

8. Untuk Melayani Kebutuhan Orang Lain (Yesaya 58: 3 - 7)
Kita dapat menggunakan waktu yang biasanya kita habiskan untuk makan untuk berpuasa dan melayani orang lain.

9. Untuk Mengatasi Godaan dan Mengabdikan Diri Kita Kepada Tuhan (Matius 4: 1 - 11)
Puasa dapat membantu kita fokus ketika kita bergumul dengan godaan tertentu.

10. Untuk Mengungkapkan Cinta dan Penyembahan Kepada Tuhan (Lukas 2:37)
Puasa dapat menunjukkan, seperti yang dikatakan John Piper, bahwa "apa yang paling kita lapar, kita sembah." ⁴

Bagaimana kita harus memperlengkapi diri kita ketika Tuhan memanggil kita untuk “melakukan puasa”? Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat kita bersiap untuk berpuasa :

  • Berdoa dan melakukan pengakuan dosa.
Langkah penting sebelum berpuasa adalah merendahkan diri di hadapan Allah (Mazmur 35:13) dan mengakui dosa-dosa kita (1 Samuel 7: 6). Doa harus menjadi kekuatan kita sepanjang puasa, tetapi sangat penting kita memulai puasa dengan hati yang menyesal.

  • Baca Alkitab.
Luangkan waktu lebih untuk merenungkan Firman Tuhan, sebelum dan selama berpuasa.

  • Jaga kerahasiaannya.
Puasa tidak alkitabiah dan bahkan berbahaya secara rohani ketika kita melakukannya untuk memamerkan kerohanian kita (Matius 6:16 - 18) atau ketika kita lebih fokus pada puasa kita sendiri daripada pada kebutuhan yang jelas untuk orang lain (Yesaya 58: 1 - 11) . Jangan membanggakan puasa kita; beri tahu orang-orang bahwa kita tidak akan makan hanya jika perlu. Puasa hendaknya tidak dilakukan ketika dipaksakan untuk motif yang salah (1 Samuel 14: 24-30).

  • Persiapkan tubuh kita.
Puasa, terutama selama berhari-hari atau berminggu-minggu, dapat memiliki efek yang tidak terduga dan bahkan merugikan kesehatan kita. Tidak ada di Alkitab arahan untuk melukai diri sendiri dalam menjalani puasa. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program puasa apa pun untuk memastikan kita dapat berpuasa dengan cara yang sehat.

Puasa adalah reaksi kita yang tepat terhadap keadaan jiwa kita yang terpuruk dan/atau menyedihkan. Jika hal itu dilakukan dengan benar, kita dapat mengharapkan banyak hasil, termasuk semakin dekat dengan Tuhan, lebih merasakan solidaritas dengan mereka yang menderita, dan peningkatan pengendalian diri.
Ingat firman Tuhan di Kejadian 32:22-32 atau Hosea 12:4 tentang Yakub bergulat dengan dia  (malaikat / Allah) sampai fajar menyingsing.


Daftar Pustaka :
  • Alkitab
  • Donald Whitney, Spiritual Disciplines for the Christian Life (Colorado Springs, CO: NavPress, 2014).
  • Arthur Wallis, God’s Chosen Fast (Fort Washington, PA: CLC Publications, 1993).
  • Whitney, Spiritual Disciplines.
  • John Piper, A Hunger for God (Wheaton, IL: Crossway, 1997).
  • 10 Biblical Purposes for Fasting | Biblical Fasting (thenivbible.com)

Like For Free Alerts