Translate This Blog

Monday, February 23, 2015

Kebahagian Sejati

Filsuf Yunani Aristoteles mengatakan, "Kebahagiaan adalah makna dan tujuan hidup, tujuan dan akhir eksistensi manusia."
Biasanya logika yang berlaku dikalangan masyarakat umum, untuk mencapai kebahagian kita harus selalu bekerja keras siang malam dengan melakukan pengorbanan menurut kita sepadan dengan kebahagian tersebut.
Selama ini menurut berbagai buku-buku akademis standar kebahagian ada berbagai macam faktor. Tapi secara umum menurut kitab Mazmur 144:12-15 standar tersebut kebahagian terdiri dari 3 faktor :
1. Berkat Keluarga
2. Berkat Ekonomi (kecukupan)
3. Berkat Keamanan (pemeliharaan)
Lalu dengan berkat yang dimiliki di 3 faktor tersebut kita sering gunakan sebagai alat ukur untuk menyatakan apakah kita hidup bahagia atau tidak.
Tapi ternyata kebahagian tidaklah hanya berdasarkan berkat aja, karena sebagaimana ditulis Raja Salomo dalam kitab Pengkhotbah 2:4-11, kebahagian berdasarkan hal tersebut adalah kebahagian yang sia-sia dan sama seperti dengan usaha menjaring angin.
Lalu mana konsep kebahagian yang tidak hampa ???
Yohanes melalui kitab Wahyu 1:3 menyampaikan konsep kebahagian yang BENAR, yaitu :
1. Berbahagialah yang membaca Firman Tuhan
2. Berbahagialah yang mendengar Firman Tuhan
3. Berbahagialah yang menuruti Firman Tuhan.
Konsep kebahagian ini memiliki tanda-tanda yaitu orang yang selalu lapar dan haus akan hal-hal yang berasal dari Tuhan, yang biarpun telah dipuaskan tapi tetap lapar dan haus serta selalu mencari-cari terus kebenaran dari-Nya.
Sehingga akhirnya orang itu mengenal Tuhan dan Tuhan mengenal orang itu.
Jadi kebahagian sejati adalah orang yang dapat mengenal Tuhan Yesus secara pribadi dan berjalan dengan-Nya.
Daftar Pustaka :
- https://www.bible.com
- http://m.christianpost.com/news/happiness-defined--46921/
- http://www.gki-samanhudi.or.id/artikel/berbahagia-menurut-konsep-firman-tuhan/

Like For Free Alerts